Saturday, August 13, 2016

Adakah diantara kita pernah bertanya-tanya?
Bukankah malaikat-malaikat Allah itu di ciptakan dari "Nur" cahaya,namun mengapa iblis yang dulunya bagian dari malaikat-malaikat Allah di ciptakan dari Api?
Iblis berkata, “Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah.”

Iblis keturunan dari Jin

sebelum Allah S.w.t menciptakan Nabi Adam A.s, Allah sudah terlebih dahulu menciptakan mahlukh yang di sebut "Jin",dan Allah menciptakan Jin dari Api yang di ambil dari neraka.

setelah Jin di ciptakan lalu Allah pun menunjukan neraka kepada jin,setelah melihat neraka jin pun sangat ketakutan dengan siksaan yang ada didalam neraka.
kemudian Allah menunjukan surga kepada Jin dan karena keindahan dan kenikmatan surga,jin pun ingin tinggal di dalam surga.

kemudian Allah mengabulkan dengan memberi syarat kepada Jin,Jin harus tinggal di dunia terlebih dahulu dan melakukan segala perintah Allah dan menjauhi semua laranganya.

jika nanti Jin dan keturunanya di dunia mengikuti melaksanakan perintah Allah maka mereka berhak tinggal di surga,dan jika jin dan keturunanya kelak melanggar segala larangan Allah maka Allah akan menempatkan mereka di neraka.

dan jin pun menyanggupinya.

setelah bertahun-tahun tinggal di dunia,teryata jin melalaikan segala perintah Allah,lalu Allah menurunkan Azab dan memerintahkan malaikat memerangi mereka,maka turunlah malaikat ke dunia,dan memerangi para jin hingga tertinggal sedikit di antara mereka,
namun sebelum malaikat kembali ke langit,malaikat melihat bayi dari jin,dan malaikat itu membawanya kelangit.

setelah tumbuh dewasa teryata anak atau keturunan jin ini menjadi salah satu mahlukh yang paling cerdas dan taat di antara para malaikat-malaikat Allah.

Dalam sebuah Kitab, Karya Agung Sang Syeikh Imam Al-Ghazali disebutkan bahwasanya iblis itu dulunya memiliki nama “Al-Abid” yang artinya ahli ibadah. Pemberian nama Al-Abid ini hanya pada langit pertama, lain hal dengan langit kedua dan seterusnya. Begitu terkenalnya Iblis dengan pemberian, sebutan nama-nama tiap langit karena iblis ketika itu memang hamba Allah Swt yang taat.
Pada langit kedua, iblis disebut dengan “Az-ZahidDi langit ketiga diberi nama “Al-Arif“.Di langit keempat namanya adalah “Al Wali“,Pada langit ke lima namanya adalah “At-Taqi“.Sedangkan nama di langit keenam dan ketujuh adalah “Al-Kazin” dan “Azazil“.Awalnya, iblis termasuk dari salah satu malaikat penghuni surga yang do’anya terkenal makbul. Karena do’anya yang ampuh tersebut, malaikat-malaikat lain meminta kepada iblis untuk dido’akan agar para malaikat tidak tertimpa laknat Allah Swt.Peristiwa itu terjadi manakala Malaikat Israfil A.s yang sedang berkeliling mengitari surga mendapati sebuah tulisan. Tulisan tersebut berbunyi,“Seorang hamba Allah Swt yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat Allah Swt dengan sebab menolak perintah Allah Swt.”Tulisan itu berada di salah satu pintu surga, dan tak pelak lagi tulisan itu telah membuat Malaikat Israfil A.s menangis tersedu. Ia takut sekali, hamba Allah Swt yang dimaksud adalah dirinya.Tak hanya Malaikat Israfil A.s, para malaikat lain juga turut menangis, dimana malaikat-malaikat lain itu juga memiliki kekuatan sama seperti Malaikat Israfil A.s.Akhirnya mereka sepakata, untuk mendatangi Iblis (Azazil) dan meminta dido’akan agar tidak tertimpa laknat dari Allah Swt.Pada waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil A.s, Azazil berkata,“Ya Allah…! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu itu, sungguh aku ikut mengutuknya.”Azazil lalu memanjatkan do’a, “Ya Allah, janganlah Engkau murka atas mereka.”Azazil Mengingkari Perintah Allah SwtSelama kurun waktu 120 ribu tahun, Azazil (Iblis), menyandang gelar kehormatan dan kemuliaan, dan hingga tibalah Nabi Adam A.s diciptakan. Allah Swt menyuruh semua malaikat sujud kepada Adam A.s yang diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) di dunia.Semua malikat segera patuh dan melaksanakan perintah Allah Swt tersebut. Namun Azazil (Iblis) malah membangkang. Dia menolak melaksanakan perintah Allah Swt untuk bersujud kepada Adam A.s karena kesombongannya. Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri. Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh Iblis agar tersesat dari jalan Allah Swt.Karena penolakan itu, Allah Swt berfirman agar iblis keluar dari Surga-Nya,Dan Allah mengutuknya menjadi penghuni neraka selama-selamanya.(jadi perbedaanya antara Jin dan keturunanya, Jin dan keturunan yang tersisa hingga saat ini selama mereka masih taat dan melaksanakan perintah Allah,kelak masih berhak untuk tinggal di surga,sedangkan iblis dan keturunanya kelak sampai kiamat tetap akan menempati neraka)


Iblis Mendirikan istana Di Lautan

Sejak Iblis terlempar dari Surga, Iblis membangun singgasana dan istana di lautan. Hal itu dimaksudkan untuk menandingi Arsy Allah Swt yang berada di atas air di langit ke tujuh.Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad R.a, Rasulullah Saw bersabda,“Apa yang kamu lihat?”“Saya melihat singgasana di atas lautan yang dikelilingi oleh beberapa ular,”jawab Ibnu Sayyad.“Dia telah melihat singgasana iblis,”sabda Rasulullah Saw.(H.R. Ahmad).Sedangkan menurut Ibnu Katsir dalam bukunya yang berjudul “Al-Bidayah Wanniyah” menjelaskan bahwa Iblis mempunyai banyak tentara dan memilih lautan sebagai istana. Seperti diketahui bahwa luas lautan mencapai 3/4 dari bumi. Oleh karena itulah ia menempatkan kerajaannya di lautan agar ia lebih leluasa memerintah bala tentaranya yang jumlahnya sangat banyak sehingga memerlukan pusat kerajaan yang luas. Sedangkan lautan adalah daerah yang sangat luas.

Comments 0