sandiwara ini menyiksaku (part1)

aku adalah seorang remaja wanita yang masih sngat muda,bisa di sebut juga aku ini sangat belia,karena umurku baru 20 tahun,aku ingin berbagi sedikit cerita,ya cerita yang sampai saat ini masih mempengaruhi hidupku untuk menyerahkan hatiku pada seseorng,

cerita ini berawal saatku bekerja di sebuah studio rekaman,yang cukup ternama di jakarta,keluargaku termasuk orang yang berada dari  cianjur,jadi setelah aku lulus sma aku kuliah di jakarta sambil bekerja,aku sangat menikmati pekerjaanku,hidup di jakarta bersama teman2 ku, sangat mengasyikan,walau di antara teman temanku lelaki ada yang selalu memberi perhatian lebih,tetap saja aku masih belum bisa menerima seorang lelaki untuk kehidupan pribadiku.

seperti biasa pulang dari kuliah aku berjalan dengan teman temanku.

"hai rana..hari ini kamu pulang sama siapa?.."

terdengar seorang lelaki menyapaku,dia adalah cowo yang selama ini memberi perhatian lebih padaku namanya adalah jey',kakak seniorku..

"hi kak jey.,hari ini aku di jemput sepupuku,dia baru balik dari singapore,sekalian nanti kita jalan jalan''jawabku kepada dia,


''owh ya udah kalau gt,nanti malam ada acara gak,kita keluar yuk" tanya kak jey 

''engga tau lagi kak,nanti malam rana kabarin lagi kakak.."  jawabku lagi

 '' ok deh kalau begitu, nanti jadi enggaknya rana telefon kakak ya?'' sahut dia

''ok deh kak'' kataku sambil mengakhiri berbincangan kita.

walau dia selalu baik denganku tetap saja aku hanya menganggap cuma seorang kakak.

aku masih berjalan sambil nyamperin temen temenku yang udah di depan pintu keluar kampusku,karena tadi aku tinggal ngobrol sama kak jey,jadi mereka menungguku di depan.

baru sekitar 5 menit aku ngegosip sama temen temenku, aku di kagetkan suara klakson.

''teeeetttttt..!!!!

''kak rana.."

teryata sepupuku udah sampai.

"ihh sintia..jam berapa tadi datang ke indo''?tanyaku..

''naik dulu teh,kita cerita cerita di jalan aja"pinta sintia

akhirnya aku pamit sama fera,dan yuni kedua sahabatku itu untuk balik duluan..
aku masuk mobil sintia dan kita langsung jalan untuk ngegosip di sebuah cafe di daerah jakarta pusat.

di dalam perjalanan aku pandang wajah sintia,wajahnya pucat sekali gak seperti dulu, dia adalah sepupuku paling baik dan paling deket dengan aku,dia di singapore lagi berobat,sebenarnya aku kasian dengan dia,dia itu masih umur 19tahun tapi sudah  mendapat cobaan yang besar,dia di vonis menderita sakit kanker otak.

''teh'' suara sintia mengagetkanku

''gimana kuliahnya,lancar gak?'' tanya dia 

''alhamdulillah semua baik baik saja''
"kamu gimana berobatnya,baik baik aja kan ?'' tanyaku..

''gak tau teh,apa aku bisa sembuh atau gak" deg..kata kata yang sangat menyedihkan bagiku..

akupun diam seribu bahasa..

tak lama kemudian,akhirnya kita sampai di caffe kesukaan dia yaitu diStarbucks.

kita minum dan ngobrol ngobrol disana.

''sinta,, kamu pulang ke indo ini rencananya mau kemana aja?''tanyaku mengawali obrolan kita.

''sebenarnya ya teh,aku tu mau ketemuan sama cowo'' jawab dia

''wah wah sudah ada cowo ini sekarang ye.. kenalin dong,,." candaku..
'' hehe sebenarnya aku juga belum pernah ketemu sama dia teh,ini baru mau ketemuan.."  jawab  dia sambil malu malu.
''lah..emang dia orang mana,terus kenalanya dimana?''tanyaku dengan penasaran dengan kepo mode on hehe
 '' sebenarnya gini ya teh,aku tu kenal dia di medsos tepatnya di aplikasi chating line, nah selama aku berobat di singapore tu aku selalu chat sama dia,dan akhirnya deket-deket dan akhirnya kita putusin jadian,walau sebenarnya belum pernah ketemu,makanya ini aku mau ketemuan sama dia" tutur dia.

''owh gitu yah..''
''iya udah deh moga jodoh ya'' harapku untuk dia..

''iya teh, makasih,doain yah teh.'' sahut dia

"iya sayang'' jawabku ke dia.

setelah ngobrol kemana mana akhirnya kita balik,dia hantar aku ke kontrakanku.

sedang dia balik kerumahnya,sebab dia juga ada rumah di jakarta.
sebenarnya aku di minta ortuku tinggal bersama tante ku ibu nya sintia itu,tapi aku gak mau,aku lebih milih tinggal di kontrakan sendiri,karena aku ingin mandiri..

''owh iya sint.. nanti malam kamu mau ikut aku keluar gak''  tawarku ke sintia

"mau dong teh, lagian aku juga boring di rumah'' jawab dia

''oke nanti malam aku jemput kamu'' sahutku

akhirnya malampun tiba,setelah sholat magrib aku call kak jey untuk menjemputku dan aku bilang kalau aku mau ajak saudara ku juga.
kak jey pun menyetujuinya.

tepat jam 7.30 malam kak jey datang.

''rana katanya mau ngajak saudaramu'' tanya kak jey

'' iya kak nanti kita samperin dia di rumahnya'' jawab ku.

''jadi dia gak tinggal sama kamu ya?'' tanya dia lagi

''engga kak,yuk kita kerumahnya aja,biar gak kepo" jawabku dengan nada kesel.

sampailah kita di rumah sintia.
sintia pun udah aku bbm,jadi dia sudah siap di depan rumahnya

''sintia kenalkan ini kak jey,kakak kelasku di kampus'' 
kak jey,kenalkan ini sintia saudaraku yang aku ceritain di tlf tadi" kata mengenalkan mereka berdua.

''hi kak jey,salam kenal''  kata sintia

''salam kenal juga sintia''
''eh teryata saudara kamu cantik juga ya rana ,mirip kamu juga suaranya" kata kak jey,

suara kita memang agak mirip,itulah yang membuat orang kalau ngobrol dengan aku dan rana selalu ngatain kita ini saudara kembar,walau sebenarnya dari segi wajah sintia itu lebih cantik dan lebih segalanya dari aku.

akhirnya kita jalan ke mall,dan kita nonton bioskop bertiga.

setelah nonton bioskop akhirnya kak jey ngantar kita berdua ke rumah masuing2.sebelum sintia turun akupun bercandain dia, aku suruh dia siapkan mental karena besok dia akan bertemu dengan pacaran khayalanya,dan dia cuma tersenyum aja.

lalu aku dan kak jey menuju kek kontrakanku, sesampailah dirumah.

habis tu kak jey baik aku pun terus menuju kamar kontrakanku.

Share this with short URL Get Short URLloading short url

Related posts

THE BEST ARTICLES


EmoticonEmoticon