Sunday, January 24, 2016

pagi hari ini sangat cerah, sambil minum teh di depan tv nonton acara talk show aku nikmatin hari minggu ku di kamar.
"tuing''
suara hapeku berbunyi..
aku buka teryata sintia yang message di bbm ku.
''pagi teh, thanks ya teh semalam udah ngajakin sintia jalan,hari ini aku mau ketemuan sama ian teh,doain ya hari pertamaku ini menyenangkan''
aku pun membalasnya :''owh cowo itu namanya ian,oke deh moga lancar ya..ingat jangan genit hihi"
''ihh teteh bisa aja,iya udah deh teh selamat hari minggu yah'' balas dia lagi.

kemudian aku bangun dari tempat duduku,ambil tas untuk ngumpulin baju bajuku yang kotor.
seperti biasa setiap pagi di hari minggu aku pun pergi ke laundry,untuk membasuh baju baju kotorku dan nanti sorenya  aku ambil.

setelah pulang dari tempat laundry,aku menuju ke rumah yuni,sahabatku, biasanya kita akan ngobrol ngobrol sampai sore,sebab yuni dirumsh  juga sendiri,orang tuanya pergi ke luar kota,biasanya sih orang tua yuni  sering ada tugas di surabaya.

aku pergi dengan motor matic ku yang sengaja ortuku belikan untuk aktifitasku di jakarta,
sesampai di depan rumah yuni,aku parkir motor dan kemudian masuk kerumahnya,sebelum aku masuk aku lihat motor sport yang terpakir di depan rumahnya yuni,fikirku "ini seperti motor andre''
andre itu pacar yuni mereka baru jadian  sekitar 6 bulan,aku panggil panggil tidak ada orang,akupun coba buka pintu rumahnya,teryata tidak terkunci,aku langsung berjalan menuju kamarnya,semakin mendekat ke kamarnya aku mendengar suara desahan cewe,''ah..ah..''suara itu mirip suara yuni,semakin dekat semakin jelas kalau suara itu suara yuni.aku coba mengintip..ya tuhan..!! aku kaget setengah mati,aku lihat yuni sedang tidak pakai sehelai benangpun,badan dia terlentang,dengan kaki nya di atas pundak andre,, dan andre memegang paha yuni,mereka sedang melakukan perbuatan layaknya suami istri ''ah.... beib .. beib lebih cepat lagi,aku udah mau sampai ini'' terdengar suara yuni di antara desahan mereka berdua.'' bentar sayang..aku juga udah mau sampai  ini'' jawab suara lelaki yang tak lain adalah andre,aku gak menyangka teryata yuni adalah temenku yang pendiam,tetapi gak nyangka dia perprilaku seperti itu.aku bergegas keluar rumahnya dan langsung pulang ke kontrakanku.
di rumah aku masih memikirkan apa yang aku lihat tadi''apa memang seperti inilah kehidupan di jakarta' akupun akhirnya tertidur..

setelah kejadian itu aku agak sedikit menjauh dari yuni,karena aku ingat banget pesan orang tuaku,untuk menjahui teman yang gak bener,aku diam dan agak menjauhin yuni.
fera sering bertanya padaku,kenapa sekarang aku gak akrab lagi dengan yuni,yah aku juga ga bisa cerita dengan fera apa masalah yang sebenarnya,karena aku bukan tipe orang yang suka menyebarkan aib orang lain.walau kejadian itu udah terjadi sebulan lebih,tapi fikiranku masih aja terbayang bayang dengan apa yang baru pertama kali aku lihat dalam hidup.

di tengah asyik ngobrol sama fera telfonku berbunyi.

''hallo assalamualaikum''  ucapku

''waalaikum sallam,ini rana ya" 

iya tante ini rana. ada apa ya tante?'' teryata suara itu adalah tante thiwi, mamanya sintia.

'' rana kamu bisa pergi ke singapore gak? temenin sintia di sini, sebab tante mau pergi ke australia,kasian sintia di rumah sendiri'' pinta tante sintia

''terus gimana dengan kuliahku di jakarta tante'' jawabku

''kamu berhenti dulu untuk sementara nanti di sambung lagi,atau nanti kamu  mau masuk kuliah disini tante bisa masukin kok'' rayu tante thiwi ke padaku.

aku terdiam sejenak,untuk memikirkan itu,

''kamu gak usah takut,aku udah ijin sama mama dan ayah kamu,mereka bilang terserah kamu mau atau enggaknya,tante mohon sama rana moga ,bantuin tante?'' lanjut tante thiwi

''iya udah deh tante, nanti rana kabarin tante,nana mau telefon mama dulu'' jawabku

''ok deh nanti secepatnya kabarin tante ya.'' jawab tante mengakhiri telefon

sehabis telfon itu aku masih terdiam,aku memikirkan sebenarnya apa yang terjadi,baru sebulan kemarin sintia datang ke indonesia, dia ketemu dengan cowo,dia cerita kalau dia bahagia banget,akhirnya bisa ketemu cowo'nya itu,aku masih ingat gimana dia bangga banggain cowonya itu,terlihat kebahagian di matanya,mata yang selalu memendam sakit yang menggrogoti tubuhnya,, aku jadi kefikian kemana mana,apa sebenarnya yang terjadi,kenapa tante sampai memohon seperti itu,belum puas rasa penasaranku.telefonku kembali berbunyi.

''hallo assalamualaikum '' ku jawab telefon itu

'' waalikum sallam''  terdengar jawaban salamku teryata itu mama ku

'' adik, tadi tante thiwi  ada tlf adik ya?'' tanya mama

''iya mah..sebenarnya ada apa sih mah ?'' tanyaku balik

''gini yah dik,mama kasih tau yang sebenarnya,,sebenarnya anak tante thiwi, yang sintia itu sudah sangat parah penyakitnya,dia butuh donor darah,tadi tante thiwi ada cerita semua soal itu,nah kata tante thiwi,darah kamu sama sintia itu cocok,dan tante thiwi berharap kamu mau nyumbangin darah kamu buat sintia,tapi semua itu tergantung kamu dik,kalau kamu mau bantu,nanti tantemu akan belikan tiket kamu pergi ke singapore,kalau kamu gak mau,iya nanti mama akan bilang tantemu,biar dia cari pendonor lain''  kata kata mamah bikin aku sedih,teryata benar ini ada hubungan dengan penyakit sintia.

''iya udah mah,nanti rana akan ikut ke singapore,rana akan bantu sebisa rana,jika itu bisa bantu buat  penyembuhan penyakit sintia'' kataku dengan nada sedih.

''apa kamu yakin dik?'' 
mama sebenarnya ga tega lihat kamu,tapi tante kamu sudah nyari kemana mana darah yang cocok dengan darah sintia,tapi di rumah sakit itu  gak ada,jadi tante kamu mohon ijin sama mama,mama jawab semua keputusan ada di rana'' jelas mamah yang dengan suara sedih juga.

''mama gak usah kuatir, rana pasti baik baik aja'' jawabku ke mama

''iya udah kalau adik dah yakin,nanti mamah kabarin tante'' sahut mamah

''iya mah,nanti rana juga mau kasih tau tante'' kataku sambil mengakhiri pembicaraan dengan mamaku.

secepatnya aku sms tante thiwi,diapun membalasnya dengan kata kata terima kasih dan secepatnya akan memberiku tiket ke singapore.

akupun sudah mulai malas kuliah,fikiranku sudah di singapore,aku gak tau nanti akan gimana di sana,gimana dengan sintia,''ya tuhan.. semoga engkau selalu menguatkan hati sintia''

singkat cerita hari itupun tiba,
tante memeberiku tiket ,dan aku di jadwalkan pergi dari jakarta ke bandara changi jam 8 pagi.
di atas pesawat aku masih merenung,apa yang akan terjadi dengan aku dan sintia di sana.

akhirnya aku  sampai di singapore jam 11 waktu setempat,iya waktu singapore lebih cepat satu jam di banding dengan  jakarta atau waktu WIB.

di sana aku di jemput tante,aku di ajak mkan di resto sehabis itu aku di ajak ke sebuah apartmen tempat tinggal tante thiwi,sintia dan bibi yang bekerja di rumah nya jadi di rumah mereka tinggal 3 orang dan sekarang di tambah aku berarti ada 4 orang.

'' tante''
''sintia mana yah?'' tanyaku

''sintia sekarang ada di rumah sakit,dia lagi teraphy''
''nanti sebentar lagi tante mau jemput dia,kamu mau ikut?''sahut tante

''boleh juga tante'' jawabku

"ya udah kamu mandi dulu terus istirahat ,pasti capek habis perjalanan jauh'' kata tante

akhirnya aku pun mandi kemudian istirahat di kamar yang sebelumya sudah di sediain.


To be continue..

Comments 0