Tuesday, October 13, 2015

Hmmm…
Kali ini saya tertarik memuat tulisan tentang Manusia dan Filsafat...

sebelum kita membahas lebih lanjut baiknya kita pahami dulu apa itu filsafat?
Filsafat berasal dari bahasa yunani Philosophia, yakni kata philein atau philia, yang berarti cinta, dan sophia yang berarti kearifan. Dan filsafat jga diartikan CINTA KEARIFAN ATAU CINTA KEBIJAKSANAAN" (The liang gie. 1977)

Manusia adalah mahkluk yang unik. Ia tahu bahwa ia tahu dan iya tau bahwa ia dalam keadaan tidak tau. Ia mengenal dunia sekelilingnya dan lebih dari itu ia mengenal dirinya sendiri. karena itu ia bisa jujur dan bisa juga berbohong.
Diantara mahkluk lainnya, manusialah yang memiliki kelebihan. Yakni, ia memiliki daya psikis yang berdasarkan dari pikiran, rasa & kemauan. pikiran berperan sebagai alat atau cara untuk memecahkan masalah,sedangkan rasa lebih berperan sebagai penghalus sikap dan perilaku sehingga persoalan dapat dipecahkan, dan kemauan sebagai pembangkit semngat sehingga kelangsungan upaya pemecahan masalah tidak berhenti, dengan demikian manusia bisa mempertahankan dan mengembangkan hidup dan kehidupannya demi mencapai tujuan hidup. ke tiga daya psikis inilah mnjdi persoalan diri dan kehidupannya sendiri, diri dan kehidupan orang lain baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat, sehingga manusia senantiasa memikirkan dunia sekelilingnya dan asal mula segala sesuatu.

Apakah sebenarnya tujuan hidup manusia?
yah, setiap manusia pasti akan setuju bahwa kebahagiaan adalah tujuan hidup manusia. dan jika kebahagiaan itu belum jelas, maka bs diperjelas dengan menunjukkan keadaan. seperti kemakmuran, ketentraman dan damai, bahkan bisa dianalogikan bahwa ketentraman dan kesejahteraan lebih berkaitan dengan kejiwaan seseorang, sedangkan kemakmuran dan kedamaian lebih berkaitan dengan keragaan.

Manusia sepenuhnya dipenuhi tanda Tanya (Ketidaktahuan). Keberadaan manusia bagaikan memahami sebuah buku yang langsung mengenal isinya, tanpa tahu bagian pendahuluan dan kesimpulan yang jelas.
(yah, bagaikan menangkap seekor kucing di dalam kamar yang gelap gulita). Manusia Hanya bisa meraba – raba dan menduga – duga.

Pernyataan diatas mungkin menunjukkkan fakta bahwa manusia tidak pernah tahu secara gamblang dari mana ia berasal dan mau kemana ia mau pergi. Ia hanya sedikit tahu tentang keberadaannya saat ini dan sekarang ini.

Manusia paham betul atas fakta hidupnya, tetapi seringkali begitu bodoh terhadap kehidupan, ia mengerti makanan, minuman, pakaian dll, tetapi  hal itu justru menghancurkan kesehatan lahir dan batinnya sendiri (Dalam lingkup kesehatan). sehingga manusia semakin tidak mengerti mengenai hubungan antara kesehatan dengan asal mula dan tujuan hidupnya.

kehidupan manusia di dunia ini telah sedang menjadi tidak real, cenderung menjadi semu. untuk memenuhi kebutuhannya, manusia sering mempertaruhkan nilai - nilai fundamental seperti nilai kemanusiaan, kealaman dan keilahian. hal ini bersumber dari fikiran berupa nafsu manusia untuk mengusai dunia.

Berdasarkan atas kenyataannya yang ada pada dirinya bahwa ada pengetahuan yang pasti mengenai ketidaktahuannya, maka manusia senantiasa terus menerus mencari keterangan atas ketidaktahuannya  itu dan  manusia mencoba menyusun suatu sistematika yang integral dan konsisten, sehingga bisa dijadikan suatu pandangan yang sedapat mungkin bisa memperjelas dasar dan tujuan keberadaannya sebagai manusia.

Yah, demikianlah sesungguhnya manusia, siapa saja eksist suasana yang diliputi dengan pertanyaan- pertanyaan. Dengan hal ini manusia harus eksist didalam dan didunia filsafat. Sedangkan  filsafat itu mempunyai kondisi yang berbeda – beda dan hidup subur di dalam aktualisasi keadaan manusia yang beraneka ragam, jadi bahwa karena filsafat, maka suatu mahkluk menjadI manusia, dan karena manusia, maka pastilah bersifat filsafat menjadi ciri khas manusia.

Comments 0