budi kecil yang pantang menyerah

di suatu tempat di keramaian ibu kota lahir seorang bocah kecil dari keluarga yang sangat sederhana,ayahnya seorang penjual gorengan dan ibunya seorang tukang jahit, kala siang di terik matahari di pulang kerumahnya.

"tok tok"
"assalamualaikum...."

"kemana kok g ada orang ya...?"
"apa bapak dan emak belum pulang ?"

pikirnya sambil membuka sepatu kusutnnya. dan kemudian dia masuk kedalam rumahnya..
melihat rumah yang sepi dia mencoba pergi ke dapur..

di meja makan yang kusut itu hanya ada nasi dingin. dan sebungkus sarimi yang di atasnya tertulis "budi nanti emak pulang lambat, nanti kamu masak mie ini sehabis makan nanti jangan lupa sholat terus jangan lupa pergi ngaji ya" 

iya nama anak itu adalah "budi" anak yang kelak menjadi seorang yang luar biasa.
kemudian dia membasuh kaki dan ganti baju,"baju sekolah satu satunya yang aku punya jangan sampai nanti kotor nanti mak bisa marah" pikir dia,

sehabis dia ganti baju dia mencoba menghidupkan kompor elpigi subsidi yang  baru sebulan orang tuanya dapatkan dari pemerintah indonesia raya melalui pak RT,
tetapi setelah mencoba berkali kali menghidupkan,kompornya tak hidup juga.

lalu dia keluar dari rumahnya yang sebesar garasi para anggota dewan itu untuk minta tolong kepada tetangganya. maklum dia hidup dirumah yang berada dipinggir  jembatan bersama sama tetangganya yang bernasib sama dengan orang tuanya dan memiliki doa yang sama,yaitu jangan sampai tempat perlindungan keluarga dan anak anaknya kena gusur sama pemerintah.

"ibu darti... ibu darti..

'iya budi .. kenapa? sahut seorang ibu ibu dari dalam rumahnya..

"itu ibu boleh tolong saya hidupkan kompor"

'mau ngapain kamu hidupkan kompor' sahut ibu itu lagi.

"mau masak mie bu"

ibu darni dan budi itupun pergi  ke rumahnya untuk membantunya menghidupkan kompor, setelah ibu itu berkali kali menghidupkan, tetapi sama aja apipun tak menyala..

kemudian ibu mengangkat tabung elpigi yang kek buah melon.

"ini sudah habis budi,emak kamu belum isi ulang ini'' kata ibu itu.

'kan minggu kemarin baru beli masak sudah habis buk" sahut budi.

(maklum sekarang apa yang gak bisa di politiki,beli elpigi isi 3 kg di dalamnya cuma 2.3 kg inilah hebatya pedagang di indonesia raya. semua sudah pada pintar main politik bak pejabat pejabat yang katanya selalu sidang di gedung kura kura.)

"iya udah kamu belum makan ya,makan di rumah ibu saja di rumah masih ada nasi sama lauk,ibu kamu sore baru balik" ajak ibu darti 

"iya ibu" jawab budi.

setelah makan dan bilang terima kasih pada ibu darti.
budi pun mandi setelah itu sholat dhuhur.

sehabis sholat dia oprek oprek radio bapaknya yang semalam bapaknya pesen,
" besok kalau balik sekolah tolong bapak gantikan batre radio ya, besok sebelum bapak pergi dagang  bapak akan panaskan batre di depan rumah sebelah sana, kamu ambil dan tolong pasang"
 begitulah pesen bapaknya..

setelah batre di pasang tetap saja radio itu tidak hidup padahal biasanya kalau habis di panaskan di matahari batre ada listrik lagi. " kenapa gak nyala ya , apa sudah keseringan di panaskan ini" pikir budi..

ah sudahlah biar nanti bapak pasang sendiri..

'budi... budi....kamu ngaji gak ?'
suara dari luar rumah 

teryata ada 2 anak laki laki memanggil budi

"iya saya ngaji hend"
"tunggu ya hend, tunggu ya bal, saya mandi dulu"

2 anak yang manggil dia,satu bernama hendra dan satunya iqbal.

setelah ganti baju mereka bertiga pergi ke mushola yang agak jauh dari rumahnya.
teryata di sana ada banyak teman temanya juga yang menuntut ilmu.

sehabis sholat ashar berjamaah mereka pun di ajar ngaji ustad.
ustad itu mulai mengajar membaca dan bercerita dan menasihati murid muridnya.

" adik adik besok kalian semua itu semua calon pemimpin, jadilah pemimpin yang amanah, baik pemimpin dalam masyarakat maupun pemimpin buat keluarga"

"kalau cwe apa bisa memimpin keluarga ustad?
tanya cwe yang bernama febrina.

"buat yang perempuan jangan salah,baik buruknya anak anak kalian, sukses atau gak sukses anak anak kalian itu lebih cenderung pengaruh ibunya.kalau ibunya boros,suka shoping2 terus, bisa di pastikan anak anak nya nanti akan menjadi type orang yang suka berfoya foya."

'' kalian harus jadi orang yang sabar,tawakal, dan berusaha,Allah sudah menentukan takdir kalian, kalian cuma butuh menelusuri takdir itu" kata kata ustad itu.

"saya tidak percaya semua takdir itu datangnya dari allah ustad"jawab budi

"kenapa kamu ngomomg begitu budi?" tanya ustad.

"ustad jika semua takdir datangnya dari allah,orang tua kita tidak perlu bekerja bahkan saya tidak perlu belajar, tapi kenapa saya belajar karena saya berharap saya bisa merubah nasib dan takdir saya dan keluarga saya. tuhan memberi kita peluang untuk menulis takdir kita sendiri,sebagian takdir kita sudah di tulis oleh tuhan tetapi ada sebagian takdir yang mesti kita tulis sendiri, karena takdir kita bukan pada tulisan garis tangan saja takdir kita ada pada genggaman tangan kita. sekuat apa genggaman tangan kita di situlah kita tau takdir kita seperti apa"

ustad hanya bisa diam melihat kecerdasan bocah ingusan seperti budi ini.


bersambung. . . .
Share this with short URL Get Short URLloading short url

Related posts

THE BEST ARTICLES


EmoticonEmoticon